photo

Gempa bumi yang terjadi di daerah Sulawesi Barat tepatnya di Mamuju-Majene Alhamdulillah telah menuju tahap perbaikan yang signifikan sampai hari ini (29/01/21). Perlu diketahui, bahwa kami dari Tim Aksi Tanggap Bencana SIGAB Nurul Hayat ikut membantu dalam pengevakuasian dan juga perbaikan bagi penyintas bencana dan kami bekerja sama dengan lembaga sosial yang lain juga.

Kami informasikan terkait berita terkini pasca gempa bumi di Mamuju-Majene per hari ini (29/01/21) yakni pagi tadi, Bapak Sekda menyampaikan dan memutuskan bahwa  masa tanggap darurat diperpanjang sampai dengan tanggal 4 Februari 2021, dan diharapkan relawan-relawan dari berbagai bidang tetap memberikan bantuan dan sesuai dengan cluster masing-masing.

Berikut kami informasikan kondisi terbaru pasca gempa Mamuju-Majene terkait rumah yang rusak akibat gempa, terdapat rumah yang rusak ringan, sedang, dan juga berat. Berikut laporan data masuk dari Tim SIGAB Nurul Hayat terkait rumah rusak Provinsi Sulawesi Barat per tanggal (28/01/21) kemarin. Di Kab. Mamuju terdapat 5.526 unit rumah rusak ringan, 3.843 unit rumah rusak sedang, dan 2.054 unit rumah rusak berat dengan total ada 11.423 unit. Kemudian di Kab. Majene terdapat 1.177 unit rumah rusak ringan, 1.140 unit rumah rusak sedang, 1.782 unit rumah rusak berat dengan total 4.099 unit.


Kami juga menginfokan bahwa sudah banyak pengungsi yang kembali ke rumah masing-masing, sedangkan data yang ada tidak pernah berubah, oleh karena itu diharapkan segera dilakukan assessment ulang untuk jumlah titik-titik pengungsian dan jumlah pengungsi, karena ini akan mempengaruhi pengambilan keputusan di kemudian hari. Karenanya, peran relawan dalam memberikan update data pengungsian di daerah binaan kepada leading sektor cluster pengungsi sangat diharapkan dalam waktu yang tidak lama.

Terkait dengan pengungsi yang kembali ke rumah masing-masing yang terdampak rusak ringan dan sedang, pemerintah sangat menganjurkan akan hal itu, dan nantinya akan diberikan bantuan berupa 5000 tenda untuk bisa dipasang di halaman rumah apabila masih khawatir terhadap gempa susulan. Rencana ini merupakan cara untuk mengurangi jumlah pengungsi di tempat pengungsian. Untuk saat ini pemerintah fokus pada pembersihan puing bangunan fasilitas umum dan perkantoran.


Satgas menyampaikan untuk penyaluran bantuan kepada penyintas sangat diharapkan diperhatikan betul terkait pendistribusian, agar tidak ad masyarakat yang menumpuk bantuan yang dikhawatirkan masyarakat menjadi ketergantungan dan tidak mau memulai aktivitas perekonomian mereka. Juga diharapkan bagi relawan yang memberikan bantuan untuk penyintas, untuk saat ini lebih fokus pada kebutuhan yang spesifik diluar permakanan dan transisi ke pemulihan seperti bantuan peralatan pembersihan puing rumah,  psiko sosial, trauma healing, kebutuhan khusus balita dsb.

Kami dari Tim SIGAB Nurul Hayat mengajak semua masyarakat di Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam membantu saudara kita yang tertimpa bencana, dengan memberikan donasi terbaik untuk mereka, karena apapun yang kita berikan, itu sangat bermanfaat bagi mereka. Kami akan membantu menyalurkan bantuan dengan amanah dan untuk donasi yang praktis dan juga tidak ribet bisa langsung klik link zakatkita.org


Bagikan ke Teman