photo

Namanya Riko. Bersama Ibundanya, Ibu Widyati dan Kakaknya, Riyanti, ia tinggal di Dusun Curah Laos, Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Jember, Jawa Timur. Riko adalah seorang yatim. Ayahnya baru saja meninggal dunia, sekitar satu bulan yang lalu.

Riko masih kelas 4 SD. Sedang kakaknya, duduk di bangku SMP. Riko, kakaknya, dan Ibunya, hidup dalam kondisi serba kekurangan. Apalagi setelah sang Ayah tiada.

Ibunda Riko bekerja sebagai buruh petik tembakau. Tidak tentu setiap hari ada pekerjaan. Kalau sedang ada, upahnya hanya 20 ribu rupiah per hari. Dulu, sewaktu masih hidup, Ayah Riko bekerja sebagai seorang makelar kayu.

Saat ini, Riko, kakak, dan Ibunya, tinggal di sebuah rumah yang kondisinya sungguh memprihatinkan. Rumah tersebut kayu-kayu penyangganya sudah rapuh. Terdapat bocor di berbagai titik. Bahkan ada sebagian genteng yang hilang, sehingga dari dalam rumah langsung bisa melihat langit.

Saat hujan turun, Riko beserta kakak dan Ibunya berkumpul di satu kamar yang di atasnya ditutupi terpal.  Kondisi ini tentu sangat kurang layak. Dikhawatirkan, jika terus seperti ini, sewaktu-waktu rumah tersebut bisa roboh.

Melihat kondisi tersebut, Laznas Nurul Hayat mengajak sahabat sejuk untuk bergotong royong  membantu bedah rumah adik Riko agar ia dan keluarganya bisa tinggal dengan lebih aman dan nyaman.

Alhamdulillah, dengan dukungan dari sahabat sejuk Nurul Hayat, rumah adik Riko akhirnya bisa dibedah. Prosesnya sudah berjalan dan saat ini sudah sampai pada tahap finishing. Bedah rumah adik Riko ini dikebut selama bulan suci Ramadhan. Total biaya untuk bedah rumah ini adalah Rp 11.500.000. InsyaAllah pada awal bulan Mei 2023 akan dilakukan serah terima.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah berpartisipasi membantu menghadirkan tempat tinggal yang layak untuk adik Riko dan keluarganya. Semoga Allah membalas setiap amal baik panjenengan semua, dengan kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin ya Rabbal Alamiin.


Bagikan ke Teman





Rekomendasi Artikel