photo

        Namanya Sajjad Aksara Wijaya. Biasa dipanggil Aksa. Usianya 2 tahun. Saat ini, Aksa tinggal bersama kedua orangtua dan neneknya di Dusun Sumberejo, RT 038, RW 013, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur. Aksa dan keluarganya hidup dalam kesederhanaan. Ayahnya, M. Ali Usman, sehari-sehari mencari nafkah dengan menjadi reseller kosmetik online. Usaha yang dilakoni Ayah Aksa ini masih berjalan kurang dari 2 tahun. Sehingga hasilnya pun belum seberapa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, selain menjadi reseller kosmetik, terkadang Ayah Aksa juga kerja serabutan, menjadi buruh tani atau menjadi tukang. Sementara, ibu Aksa adalah ibu rumah tangga yang dengan sabar dan penuh kasih sayang merawat Aksa.

        Semenjak lahir, Aksa divonis menderita sakit jantung bocor. Sejak awal sakitnya diketahui, harusnya Aksa mendapatkan tindakan operasi. Namun karena keadaan ekonomi, Aksa pun belum bisa dioperasi.

        Saat baru lahir sampai usianya menginjak 7 bulan, sebenarnya Aksa layaknya bayi-bayi lainnya. Barulah setelah usia 7 bulan, mulai terlihat tanda-tanda sakit yang dideritanya. Ya, saat sakitnya kambuh, Aksa bisa mendadak pingsan, nafasnya tersengal-sengal, hingga badan dan wajahnya membiru.

        Orang tua Aksa berusaha semaksimal mungkin untuk mengobati putra kesayangannya tersebut. Ia dibawa ke Rumah Sakit Jember, sebelum kemudian dirujuk ke Surabaya. Dalam perjalanan proses berobat, Aksa sudah bolak-balik sampai 6 kali ke beberapa rumah sakit yang ada di Surabaya. Namun proses berobat Aksa belum maksimal karena terkendala kondisi pandemi.

        Aksa akhirnya mendapat tindakan operasi kecil pemasangan kateter jantung di RS PHC Perak, Surabaya. Dari sinilah akhirnya diketahui bahwa jantung Aksa bocor sekitar 6 lubang. Pihak rumah sakit yang melakukan operasi kecil terhadap Aksa menyarankan agar Aksa segera menjalani operasi lanjutan untuk menutup kebocoran di jantungnya.

        Merespon apa yang dialami oleh adik Aksa, Laznas Nurul Hayat bergerak cepat untuk membantu. Alhamdulillah, sejumlah donasi dari Sahabat Sejuk Nurul Hayat terkumpul untuk membantu biaya operasi adik Aksa. Kabar baiknya, saat ini adik Aksa pun sudah mendapatkan nomor antrean untuk mendapatkan tindakan operasi kedua. Ia diminta untuk bersiap, jika sewaktu-waktu mendapatkan panggilan operasi.

        Dokter yang menangani Aksa tak hanya meminta keluarga untuk menyiapkan tenaga, waktu, dan mental. Tapi juga materi.  Karena ada kasus tertentu yang membutuhkan biaya tambahan yang tidak ter-cover oleh asuransi kesehatan. Estimasi biaya tambahan yang dibutuhkan itu, sejumlah 7 juta rupiah.

        Pihak keluarga tentu saja merasa sangat senang jika Aksa segera mendapatkan tindakan operasi. Apalagi saat ini Aksa sudah mulai aktif motoriknya. Ia sering menarik selang kantongnya. Namun di sisi lain, keluarga juga masih bingung menyiapkan materi yang dibutuhkan. Sedang untuk kebutuhan diapersnya saja kini bertambah menjadi dua kali lipat. Karena makan Aksa pun kini bertambah, dan setiap makan langsung keluar lagi.

        Kami masih membuka kesempatan untuk Sahabat Sejuk Nurul Hayat yang ingin membantu adik Aksa. Mari kita bantu adik Aksa agar ia bisa segera sehat, ceria, dan tumbuh dengan maksimal. Tak lupa, kami juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sahabat Sejuk yang telah berdonasi untuk biaya operasi adik Aksa. Apa yang Sahabat Sejuk berikan, sangat berarti untuk Aksa dan keluarganya.


Bagikan ke Teman





Rekomendasi Artikel