photo

ZAKAT MALANGBanyak dari kita yang (mungkin) tidak peduli - atau bahkan enggan- untuk berinteraksi dengan anak2 difabel. Itu mungkin karena memang butuh pendekatan yang spesial untuk merek, dan tidak semua orang memahami itu. Padahal kita semua tau dan sadar, bahwa itu bukanlah kehendak mereka, bahkan orang tua mereka. Keikhlasan mereka -terutama orang tua- untuk tetap berjuang merawat dan bertahan hidup, adalah sebuah pencapaian yag luar biasa, karena memang pada dasarnya anak adalah sebuah anugerah, tak peduli dalam kondisi apapun itu.


Jika kita berbicara mengenai anak-anak difabel, maka secara tidak langsung berbagai macam tantangan seketika terpampang di benak kita. Bagaimana cara merawatnya, kemudian bagaimana mendidiknya, bagaimana tanggapan temann2nya, akankah dia jadi bahan bullying, belum lagi kalau kita bicara tentang pendidikan yang harus dia jalani. itu semua adalah sedikit dari banyaknya tantangan yang harus dihadapi oleh mereka, terlebih lagi kedua orang tua. Saya sedikit yakin, belum tentu kita mampu jika berada dalam posisi mereka.

Di satu sisi saya pun bersyukur, karena ada banyak sekolah-sekolah Luar Biasa yang didirikan khusus untuk mereka, sehingga mereka bisa merasakan bangku sekolah, memiliki teman, bercanda bersama dan hal-hal menarik lainnya di sekolah. Apresiasi pun layak disematkan kepada guru-guru yang dengan penuh semangat dan sabar mengajar mereka, anak-anak disabilitas, yang mana kita tau itu tidaklah mudah.

Atas beberapa dasar itulah kami yang kebetulan berada di dalam nauangan LAZ Nurul Hayat, memberikan apresiasi untuk para wali murid disabilitas, yang mana bertepatan dengan adanya Hari Disabilitas Nasional. Setelah mendapat lampu hijau dari pihak Sekolah Luar Biasa Pembina Tk. Nasioanal Bag. C Malang, yang berlokasi di Jl. Dr. Cipto VII/32 Lawang, LAZ Nurul Hayat memberikan bantuan berupa sembako untuk para wali murid disabilitas. Dengan harapan ini bisa menjadi penyemangat untuk perjuangan mereka dalam merawat dan mendidik anak-anak mereka, yang memiliki sisi lain dari biasanya. Harapan lainnya, semoga ini -paling tidak- menjadi peringan mereka di masa-masa pandemi, yang berdampak kepada semua Golongan.



Semoga ini bisa menjadi berkah bagi semua pihak, baik guru, wali murid, donatur dan bahkan mereka sendiri, anak disabilitas.

Bagikan ke Teman